Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Jaringan 5G Penyebab Penyakit? Ternyata Ini Faktanya!

Daftar Isi

Seperti yang kita tahu bahwa dari awal munculnya jaringan 5G ke tanah air Indonesia, telah tersebar beberapa rumor negatif mengenai kehadirannya. Mulai dari penyebab penyakit, hingga kematian hewan. Bagaimana fakta sebenarnya mengenai hal tersebut? Simak beberapa rumor dan fakta mengenai jaringan 5G berikut ini!

Sinyal 5G Menyebabkan Gangguan Otak

Munculnya kabar hoax ini berawal dari seorang fisikiawan yang menyampaikan bahwa gelombang frekuensi yang ada pada jaringan 5G dapat merusak jaringan otak pada manusia. Namun, hal tersebut tidak menjadi pembuktian nyata.

Beberapa pihak otoritas kesehatan dari berbagai negara seperti Jerman, Finlandia, dan Norwegia menegaskan bahwa sinyal 5G tidak memperngaruhi kesehatan jaringan otak dan kerugian lain dalam kesehatan manusia maupun makhluk hidup lain.

Sinyal 5G Akan Menggantikan 4G LTE

Membahas tentang inovasi jaringan 5G, sebenarnya tidak bertujuan untuk menggantikan 4G LTE yang telah ada. Bahkan, kedua jaringan tersebut akan hidup berdampingan dan bekerja sama. Ponsel berkemampuan 5G sebenarnya dapat  menggunakan teknologi 4G dan 5G. Sebaliknya, ponsel dengan batas sinyal 4G tidak dapat  menggunakan sinyal 5G.

Sehingga, adanya sinyal 5G ini ada untuk membantu kelancaran kehidupan bersosial media dan internet pada masa mendatang. Untuk kamu yang masih nyaman menggunakan sinyal 4G LTE, kalian tetap bisa menggunakannya meskipun pada ponsel yang mendukung sinyal 5G.

Jaringan 5G Dapat Memaparkan Covid-19

Sejak munculnya virus Covid-19 beberapa tahun lalu, semakin banyak rumor yang mengatasnamakan penyebab dari menyebarnya virus mematikan yang satu ini. Salah satu rumor yang sempat beredar yaitu, hadirnya jaringan 5G yang dapat menjadi salah satu pemapar virus Covid-19.

Rumor atau hoax terkait berita tersebut mendapat klarifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahwa virus Covid-19 ini hanya dapat tersebar melalui kontak langsung dengan penderita virus Covid-19 ketika batuk, bersin, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan hadirnya sinyal 5G ini.

Jaringan 5G Penyebab Ratusan burung Mati

Sempat ada kabar hoax mengenai matinya ratusan burung yang tersebar dari salah satu blog bernama “Health Nut News” tahun lalu. Kabar ini disebarkan diduga kematian burung disebabkan oleh paparan sinyal jaringan 5G yang sedang dilakukan uji coba saat itu. Setelah muncul kebenarannya, Pemerintah resmi Den Haag mengklaim bahwa matinya ratusan burung terjadi karena keracunan karena virus anjing, bukan dari adanya sinyal 5G.

Sinyal 5G Belum Dibutuhkan Masyarakat Seluruh Dunia

Beberapa masyarakat merasa bahwa teknologi 4G sudah cukup untuk menyediakan jaringan super cepat dalam kegiatan online sehari-hari. Faktanya, sinyal 5G dapat memberikan Ponsel 5G memiliki kecepatan hingga 10 Gbps, yang mana menunjukkan peningkatan hingga 100x daripada ponsel 4G. Singkatnya, peningkatan kecepatan sinyal 4G daripada sinyal 5G akan menarik perhatian masyarakat umum dan para pemilik industri besar.

Pengunduhan video atau film dengan resolusi tinggi pada kecepatan paling tinggi akan berubah dari tujuh menit menjadi hanya enam detik saja lho! Sangat mengagumkan bukan? Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa HP dengan sinyal 5G patut diperebutkan hingga beberapa masa ke depan.

Bagaimana Setelah Mengetahui Faktanya?

Setelah membaca berita hoax yang beredar beserta fakta yang ada, apakah kalian masih ragu dengan hadirnya sinyal 5G ini? Padahal, inovasi atas berkembangnya jaringan 5G ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara online. Nah, untuk kamu yang sedang cari HP 5G dengan kualitas super oke dengan harga murah, kamu bisa cek di HP 5G terlaris yang ada di TopsellBelanja.com.

Bagikan artikel ini melalui media sosial Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Promo Terkini!